Rumah Residen Baru Pemerintah Daerah Miaoli

Berita kegiatan

  • Tema: Dapur Asia Tenggara Sang Nenek Mulai Mengepul!
  • Tanggal pembaharuan: 2026.07.08      

Bakpao Sayur Isi Bengkuang  khas Hakka Indonesia Menguleni Kehangatan Baru bagi Keberagaman dan Kemakmuran Bersama di Kampung Hakka Miaoli

 

Sebuah perjalanan menelusuri akar kuliner dan reuni budaya yang melintasi samudra akan segera hadir dengan hangat di Miaoli! Kegiatan pemberdayaan budaya bertajuk “Dapur Asia Tenggara Sang Nenek — Kehangatan Buatan Tangan” yang diselenggarakan oleh Pusat Layanan Keluarga Penduduk Baru Wilayah Miaoli Selatan akan diadakan Pada hari Minggu, 19 Juli 2026, pukul 08.30 pagi di Pos Layanan Perawatan Komunitas Shangan (No. 58-1, RT 5, Desa Shangan, Kecamatan Yuanli, Kabupaten Miaoli 358, Taiwan). Kegiatan kali ini secara khusus mengangkat “bakpao sayur isi bengkuang tumis ebi” yang memadukan cita rasa Hakka Indonesia dan kampung Hakka Taiwan sebagai inti acara, dengan mengundang para lansia komunitas, keluarga penduduk baru, dan warga setempat untuk menyalakan bara tungku yang sama. Melalui kehangatan sentuhan tangan, mereka akan mengukus kebahagiaan yang penuh keberagaman dan keterbukaan, sekaligus menyuntikkan energi regenerasi mandiri yang baru bagi Miaoli.

 

Sebagai kampung Hakka tradisional, Miaoli memiliki budaya panganan tepung beras yang mendalam. Sementara itu, “orang Hakka Indonesia” yang tinggal jauh di Pontianak, Bangka, dan daerah lainnya juga menyimpan kenangan berharga tentang para leluhur yang membawa kuliner kampung halaman ke Nusantara dan memadukannya dengan kearifan setempat. “Bakpao sayur isi bengkuang tumis ebi” yang dipromosikan kali ini memiliki isian yang memadukan aroma gurih ebi khas Nusantara dengan rasa manis alami bengkuang lokal; teknik pembuatannya yang sepenuhnya dengan tangan pada hakikatnya merupakan perpanjangan dari budaya panganan tepung beras tradisional Hakka. Ketika kudapan yang diuleni bersama sinar matahari dan rempah Nusantara ini kembali ke Miaoli, ia bukan sekadar penelusuran akar kuliner lintas negara, melainkan juga perjumpaan dua arah paling indah antara budaya Hakka di kedua wilayah pada masa kini.

 

Pihak pusat layanan menyampaikan bahwa “Dapur Asia Tenggara Sang Nenek” bukan hanya sebuah ruang memasak, melainkan juga “jaringan dukungan penyembuhan kolektif” bagi para saudari penduduk baru dan kaum perempuan kampung Hakka untuk meruntuhkan sekat budaya serta menampung rasa rindu akan kampung halaman. Kegiatan ini berpegang pada semangat “kehangatan buatan tangan”, yang bertujuan mengubah keterampilan mumpuni para saudari penduduk baru dan perempuan kampung Hakka — yang selama bertahun-tahun mengurus rumah tangga — menjadi modal budaya, sehingga para saudari yang berpartisipasi bertransformasi dari penerima bantuan menjadi penyebar dan pencipta budaya yang beragam.

 

Pada hari pelaksanaan, acara akan berlangsung secara berurutan: pengenalan latar belakang budaya, penumisan isian ala pengrajin dengan bengkuang lokal dan rempah Nusantara, menguleni serta membungkus kulit adonan sepenuhnya dengan tangan, dan di tengah kepulan uap kukusan tradisional yang dinanti-nanti, akan digelar upacara hangat “membuka periuk dan menyantap bersama”. Melalui bakpao sayur berbentuk inovatif nan bening berkilau ini, diharapkan jarak dan keterasingan di antara sesama dapat melebur menjadi pemahaman serta penghormatan budaya yang mendalam. Kami dengan tulus mengundang seluruh warga untuk bersama-sama merasakan dialog lintas batas yang memadukan pertalian darah Nusantara dan Hakka ini.

 

Kegiatan ini direncanakan menerima 20 orang penduduk baru beserta keluarga tercinta mereka. Kuota terbatas, pendaftaran ditutup begitu kuota penuh!

Pendaftaran silakan hubungi: Li Ting (narahubung)  Telepon: 037-371283