Badan Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC) menyampaikan
bahwa wabah penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah masih terus
terjadi di berbagai negara, dan belakangan kasus demam berdarah di
negara-negara tetangga di Asia Tenggara meningkat sehingga risiko tertular di
luar negeri jadi lebih tinggi. Menurut prakiraan cuaca, fenomena El Niño
berpotensi menguat dalam beberapa bulan ke depan, ditambah sekarang sedang
musim ramai liburan sekolah. Karena itu CDC mengimbau masyarakat menerapkan
langkah pencegahan gigitan nyamuk selama berada di luar negeri, dan kalau dalam
14 hari setelah pulang muncul gejala tidak enak badan, segera periksa ke dokter
serta sampaikan riwayat perjalanan agar memudahkan diagnosis.
CDC menjelaskan, pekan lalu (28 Juli–3 Agustus) di Taiwan
tercatat 8 kasus baru demam berdarah dari luar negeri, 3 di antaranya merupakan
klaster penularan di Kamboja. Para penderita dalam klaster ini berusia belasan
sampai 30-an tahun, terdiri dari 2 pria dan 1 wanita, yang pada pertengahan
Juli tahun ini pergi bersama ke Kamboja untuk kegiatan pertukaran. Setelah
pulang pada akhir Juli, mereka satu per satu mengalami demam, sakit kepala,
mual, nyeri otot, dan nyeri di belakang bola mata, lalu dinyatakan positif
setelah diperiksa. Instansi kesehatan terkait sudah membersihkan sumber sarang
nyamuk dan melakukan pengendalian dengan bahan kimia di tempat tinggal serta
tempat kegiatan para penderita, dan terus memantau kondisi kesehatan anggota
kelompok lainnya.
Data pemantauan CDC menunjukkan, sampai 3 Agustus tahun
ini Taiwan mencatat total 111 kasus demam berdarah yang terkonfirmasi. Sebanyak
7 di antaranya kasus lokal yang semuanya berdomisili di Kota Kaohsiung,
sedangkan 104 kasus lainnya berasal dari luar negeri, seluruhnya dari negara-negara
di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Terbanyak dari Indonesia dengan 24 kasus,
disusul Vietnam 23 kasus dan Maladewa 15 kasus. Jumlah kasus tahun ini masih
lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 130 kasus.
Wabah demam berdarah di dunia
juga masih berlanjut. Sampai Juni tahun ini, secara global tercatat lebih dari
1,58 juta kasus, terutama di Benua Amerika, dengan jumlah kasus terbanyak di
negara seperti Brasil, Kolombia, dan Bolivia. Di negara-negara tetangga di
Asia, seperti Sri Lanka, Vietnam, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Bangladesh,
kasusnya juga naik belakangan ini dan umumnya lebih tinggi dibandingkan periode
yang sama tahun lalu. Sri Lanka tahun ini sudah melaporkan lebih dari 84.000
kasus, sementara wabah di Kamboja juga naik cepat dengan lebih dari 28.000
kasus dilaporkan sepanjang tahun ini.
CDC mengingatkan, saat
beraktivitas di luar ruangan baik di dalam maupun di luar negeri, sebaiknya
pakai pakaian lengan panjang dan celana panjang berwarna terang, serta gunakan
obat antinyamuk (repelen) yang sudah disetujui instansi pemerintah dan
mengandung bahan aktif efektif seperti DEET, Picaridin, atau IR-3535, untuk
mengurangi risiko digigit nyamuk.
Karena wabah demam berdarah di
Asia Tenggara dan Asia Selatan masih berlangsung, Kementerian Perhubungan sudah
meminta bantuan pelaku usaha wisata untuk lebih gencar mengingatkan wisatawan
agar melakukan pencegahan gigitan nyamuk selama di luar negeri dan memantau
kesehatannya setelah pulang. Saat tiba kembali di Taiwan, kalau mengalami
gejala yang mengarah ke demam berdarah seperti demam, sakit kepala, nyeri di
belakang bola mata, atau nyeri otot dan sendi, segera beri tahu petugas
karantina di bandara. Fasilitas kesehatan juga perlu lebih waspada, konsisten
menanyakan TOCC (riwayat perjalanan, pekerjaan, kontak, dan klaster), serta
memakai alat tes cepat NS1 demam berdarah bila diperlukan untuk membantu
diagnosis dan melapor sedini mungkin.
Selain itu, suhu udara di Taiwan
belakangan panas dan di berbagai daerah sesekali turun hujan pada siang
menjelang sore, kondisi yang mendukung nyamuk pembawa penyakit berkembang biak.
CDC mengimbau masyarakat menjalankan gerakan “periksa, kuras, bersihkan,
sikat”: rutin memeriksa rumah dan lingkungan sekitar, lalu membuang wadah yang
berpotensi menampung air seperti tatakan pot tanaman, ban bekas, dan kantong
plastik. Wadah bekas berukuran besar bisa dilaporkan ke dinas kebersihan
setempat untuk dibantu penanganannya, sedangkan wadah dan tempat penyimpanan
air yang masih dipakai harus rutin disikat dindingnya untuk membersihkan telur
nyamuk, lalu diperiksa lagi setelah hujan.
Sekolah di semua jenjang juga
perlu terus memperhatikan lingkungan sekolah selama libur musim panas. Wadah
yang menampung air harus segera dibersihkan, terutama kloset dan tangki air di
toilet yang lama tidak dipakai karena mudah menjadi tempat jentik berkembang.
Pemeriksaan rutin perlu dilakukan untuk menekan risiko berkembangnya nyamuk
pembawa penyakit.
Informasi seputar demam berdarah bisa dilihat di situs
web resmi CDC, atau dengan menghubungi hotline pencegahan penyakit bebas pulsa
1922 (0800-001922).